(Penggalan kisah 10 tahun lalu...)

Kepada Yth.
Pengelola dan Ketua Tiger Club
di Jakarta dan sekitarnya

Dengan hormat,

Saya mau menyampaikan masukan kepada saudara pengelola web-site / pimpinan tiger-club perihal kesewenangan rombongan anggota Tiger Club yang merasa pemilik jalan raya.

Begini ceritanya...
Pada hari sabtu kemarin tanggal 6 agustus 2005 jam 24.00 WIB tepatnya di jalan raya Jakarta-Bogor (simpang depok) saya dan keluarga baru pulang dari Bandung. Ketika akan belok ke kiri sudah menyalakan lampu sein kiri (ke arah depok II) dipersimpangan saya dipalang secara tiba-tiba oleh salah satu anggota tiger-club dengan no. polisi B.xxxx.UX (plat depok) dia berteriak "pak cepat pinggrin mobilnya..kasih dulu jalan buat kita "..????

Spontan saya me-rem mendadak dan seisi mobil terbangun karena kagetnya..yang saya pikirkan saat itu adalah...kesombongan yang diperlihatkan anggota rombongan tanpa memikirkan balasannya (hidup ini tidak lepas dari karma)

Yang mau saya pertanyakan adalah :

  1. Apakah memang demikian adanya cara anggota melakukan touring dengan semena-mena sedangkan jika kendaraan lain berjalan dengan biasa saja toh rombongan tetap bisa lewat tanpa harus merugikan orang lain (saya pernah beriringan dengan rombongan HD di puncak pun mereka tidak merugikan dengan memberhentikan kendaraan lain, dimana notabenenya grup HD dibawah pengawasan dan tanggungjawab kol.Suyono (mantan ajudan pak harto : presiden RI ke 2) dan saya kenal baik dengan beliau) pernah menyampaikan bahwa iring-iringan HD tidak boleh menyalahi aturan berlalu-lintas.
  2. Bagaimana jika seandainya pada saat itu ada kendaraan yang membawa orang sakit dan perlu segera dibawa ke rumah sakit dan berlalu dijalan apakah harus menuruti kemauan rombongan?
  3. Apakah mengikuti cara rombongan yang membawa orang meninggal ? yang notabenenya meminta jalan karena (dalam islam) ada hadistnya untuk bersegera membawa jenasah ke liang kubur.

Hal tersebut saya sampaikan karena saya tidak tau harus menyampaikan kepada siapa? Dan dari pada saya masukan kedalam harian surat khabar nantinya nama club akan tercoreng (ingat pepatah : karena nila setitik rusak susu sebelanga) saya masih menghargai club dan saya coba buka web-site dan ada kolom kontak..untuk itu saya masih menghargai kode etik masing-masing diantara kita antara saya sebagai warga masyarakat dan saudara sebagai anggota club

Demikian saya sampaikan untuk menjadi bahan masukan dan introspeksi atau mawas diri untuk melakukan kegiatan yang berjalan biasa saja tanpa harus ada emosional yang ditimbulkan.

Terima kasih dan saya tunggu reply-nya
Hadi

BERIKUT HASIL VERIFIKASI KAMI
=========================
itu DETIC...
Berikut hasil klarifikasi dari DETIC, kami mengakui bahwa kami telah membuat tidak nyaman karena terjadi miss komunikasi antara petugas DETIC sewaktu "blocking" dipertigaan...kemungkinan tidak terlalu jelas terdengar oleh pelapor karena petugas DETIC sebelumnya minta maaf atas blocking yang akan dilakukan...

DETIC-er wrote :
Yth. Bp Hadi,

Kemarin saya sudah dikontak oleh HUMAS DEPOK TIGER CLUB<br />Dan kebetulan kami (DETIC) memang melewati Simpangan DEPOK pada malam itu.
Kami membutuhkan data untuk verifikasi :
1. No. Plat motor atau ciri-ciri lainnya
2. Kecepatan konvoi
3. Posisi kendaraan anda dan posisi konvoi
4. Aturan lalu-lintas yang dilanggar oleh konvoi (setau saya menurut aturan lalu lintas, skala prioritas adalah :
    a. Dahulukan kendaraan lurus
    b. Bila dipersimpangan dan tidak ada lampu lalu lintas, dahulukan kendaraan dari sebelah kanan kita (CMIIW)
=========================

Yth. Bapak xxxxx (DETIC-er)
selamat siang...
baiklah saya sampaikan verifikasi data yang bapak butuhkan tanpa ada pemikiran emosional, sekali lagi tidak ada emosional yang terkandung didalamnya, saya hanya menyampaikan permasalahan kecil ini ke pihak terkait dan kepada pak Donny P. yang notabenenye saya coba lacak dan mencari informasi untuk memberikan masukan dan kritik terhadap kelangsungan penikmat kesamaan hobi dalam club yang ada tanpa dendam dan emosi yang saya curahkan (karena saya hanya penasaran jika tidak menemukan dan menyelesaikan apa yang saya inginkan) sepintas saya membaca dalam rules/aturan yang ada dalam klub, sekali lagi seperti yang pernah saya sampaikan kepada bapak donny perihal kasus kecil yang saya alami

  1. saya datang dari arah bogor dan sampai disimpang depok belok ke arah kiri (ke arah depok II) dan lampu seint pun menyala dan kecepatan saya berbelok pun tidak ada sampai 20 km (karena posisi belok) dan kecepatan konvoi pun saya tidak tahu karena saya sempat melihat sepintas ada serombongan motor yang melaju dijalan raya bogor tersebut tapi setelah saya belok perkiraan saya adalah malam minggu biasanya ke bogor-puncak tujuannya dan posisi saya sudah lebih dulu belok ke arah kiri (dan saya tidak tahu kalo rombongan motor tersebut ternyata juga belok ke arah yang sama = belok ke kanan dari arah jakarta = satu arah yang sama)
  2. Ketika saya akan menginjak gas, tiba-tiba berhenti didepan saya salah satu anggota dari rombongan tersebut dan berteriak " pak cepetan pinggirin mobilnya, kasih rombongan kita lewat dulu" seperti itulah kira-kira kalimatnya (karena posisi kaca mobil saya buka setengah dan saya pun me-rem mendadak dan seisi mobil (anggota keluarga) terbangun karena posisi seperti itu dan posisi saya dengan anggota tersebut kira-kira hanya 2 jengkal tangan.
  3. No.pol. yang saya lihat waktu itu hanya B.xxxx UX dengan ciri berboncengan dengan wanita menggenakan jaket levis dan ada box dibelakangnya dan ada warna silvernya.<br />saya memang tidak menghafal apalagi mencatat no.pol-nya karena saya hanya terdiam dan berucap dalam hati atas kelakuan sombong yang diperlihatkan dan saya hanya sepintas melihat huruf seri belakangnya saja.
  4. Saya hanya bertanya dan sudah bertanya dengan pak donny apakah demikian caranya dimana posisi saya jika dilihat dengan rombonganpun lebih dulu saya masuk dijalur simpang depok dan posisinya pun ternyata satu arah yang sama, lalu kenapa saya diberhentikan (setengah malang = bahasa gaulnya dipalangin) toh logikanya tidak ada yang dirugikan dalam rombongan itu dan tidak satu hal yang dibawa atau diiringi oleh rombongan itu hanya satu rombongan konvoi saja yang lewat secara bersamaan, dan sampai timer/calo angkot D.06 menghampiri saya dan bertanya "kenapa pak, nyerempet?" saya jawab akh enggak...enggak tau mereka kenapa...biarin aja bang nggak apa-apa kok (walau sempet sedikit kaget dan kesel)

=============================
DETIC-er Wrote :

Berdasarkan informasi yang saya peroleh, nama rekan saya adalah anggota DETIC #xxx

Info yang saya peroleh :

  1.  Beliau sebelumnya sudah mendekatkan diri ke anda dan berkata : “ MAAF pak, agak perlahan sedikit" Dari sisi pandang saya ini sudah cukup sopan
  2. Selain itu beliau khawatir akan kemungkinan Mobil "membelah" konvoi karena banyaknya angkot yang ngetem di pertigaan tsb, asumsinya adalah bahwa mobil tidak akan berhenti di belakang angkot, MENEROBOS konvoi yang sangat berbahaya karena konvoi sangat rapat sehingga REM MENDADAK pada konvoi akan berakibat tabrakan beruntun. (pertimbangan Safety)
  3. Beliau bersedia dikonfrontasikan, telpon : 92720753

=============================
From: karina moerti
Sent: Wednesday, August 10, 2005 11:04 AM
To: xxxxx (DETIC-er);

yth.pak xxxxx (DETIC-er)

selamat pagi....
terlepas dari miss komunikasi kalimat yang disampaikan dan yang diterima dari keduabelah pihak....saya hanya bisa smile aja deh...tanpa harus ada yang menyatakan "yang paling benar" dan jika dalam konteks "sebelumnya" dan merapat berarti saya dalam posisi sudah diperingatkan atau diberitahukan namun dilanggar dan saya tetap berlalu itu wajar dan status anda benar tapi posisi sebenarnya tidak demikian (seperti yang telah saya sampaikan)

  1. memang ada angkot yang nge-tem namun itu jauh dari kendaraan saya karena posisi saya sendiri belum mendekati pintu gerbang indomaret yang ada disebelah kiri jalan
  2. Jika diperkirakan saya ditakutkan untuk membelah konvoi itu pun juga sebuah asumsi dan kemungkinan pengemudi lainnya pun tidak mungkin rasanya melakukan "keisengannya" dengan membelah sebuah rombongan bahkan membiarkan memberi jalan
  3. Jika dianggap merapat berarti sejajar dengan asumsi berjalan bersamaan dgn posisi perlahan, namun posisinya "berhenti" (tidak mungkin berhenti sejajar saya masih bisa berlalu jika tidak terhalang)
  4. Diluar konteks asumsi adalah posisi "berhenti" yang notabenenya tidak membawa rombongan VIP, orang sakit atau rombongan jenasah...itu saja selain itu juga harus memiliki asumsi apakah kendaraan yang ada didepan tersebut dalam posisi genting (membawa orang sakit) atau tidak sehingga "miss" antara saya atau pun orang lain dgn rombongan(manapun) tidak menimbulkan "aku". Sekali lagi hanya saling instropeksi diantara kita tanpa terkandung ego dan emosional yang ada didalam pola pemikiran yang obyektif bukan subyektif itu saja .......................salam untuk DETIC sebagai sesama pengguna kendaraan roda dua walau bukan tiger hanya sebuah astrea star tua (karena dalam aktivitas keseharian saya juga menggunakan roda dua : baik mengantar anak sekolah, mengantar istri kerja, ke kantor dan ke sekolah = kuliah, pp).

====================================

Yth. Pak Hadi,

Info mengenai kejadian kemarin kami mohon maaf, Dan kita akan melakukan tindakan lanjutan, salah satunya adalah kita akan publish ke website kita.

PS : Jangan sungkan untuk KRITIK kami ya  pak.. !!
Keep brotherhood
xxxxx (DETIC-er)
============================
From: karina moerti [mailto:This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.]
Sent: Wednesday, August 10, 2005 5:29 PM
To: xxxxx (DETIC-er)

yth. bapak xxxxx (DETIC-er),
salam brotherhood juga untuk bapak dan anggota detic. Semoga masukan kecil saya tidak menjadikan ajang egois dan emosional karena info yang saya ketahui dari beberapa teman yang telah menghubungi saya adalah bahwa Detic merupakan kelompok yang menjadi proyek percontohan santun dalam berlalu lintas dan saya juga dianggap menemukan kelompok yang bersikap terbuka terhadap permasalahan kelompok dijalan dan tetap menerima pengkondisian tanpa harus merasa "yang paling benar" dibandingkan dengan kelompok lainnya...(syukur deh..kalo gitu) dengan menjunjung nilai kebersamaan dan mengangkat citra kota depok yang memiliki kelompok pengendara semoga tetap terjalin dan semoga saya dan anda serta anggota detic lainnya tetap bisa dijadikan pertemanan melalui diskusi kecil ini tanpa melihat kembali hal yang pernah dituangkan dalam forum ini.

terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang telah pak laurent dan detic lakukan untuk kelangsungan detic itu sendiri.

wassalam
===============

Yth pak hadi,

Terima kasih pak... kita akan follow-up, Namun kita masih mencari  format yang bagus dalam penerbitan ke website agar menghindari "blaming"/judgment dan jauh dari kritik membangun...Email bapak sangat membantu sekali dan juga akan kita jadikan "output" dari masukan bapak dan dapat menjadi masukan seluruh pengguna tiger...

Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar2xnya atas kejadian yang tidak mengenakan yang dialami oleh bapak dan sekeluarga.

Salam,
xxxxx (DETIC-er)
====================================

Yth. Pak xxxxx (DETIC-er)

sama-sama pak..hidup kita tidak sendiri dan kelangsungan serta ketentraman hidup kita juga tidak terlepas dari itikad baik dari dalam diri kita sendiri pak...tanpa membedakan sisi lainnya. Niatan pak xxxxx (DETIC-er) bagus sekali karena dengan membuka kolom opini massa kemungkinan banyak akses yang bisa dikembangkan oleh Detic...sehingga dikemudian hari Depok dengan Detic-nya bisa menjadi base antara 2 kota sejalur (bogor-jakarta dan sekitarnya)serta dapat mengendalikan peranan dan menjadi pengontrol pengguna roda dua agar dapat tertib dan tidak ugal-ugalan dikota depok khususnya dan orang akan melihat kebesaran nama Detic dengan menunjukan kredibilitasnya sebagai klub motor yang santun dan tertib serta menciptakan rasa aman bagi khalayak umum.

semoga kita tetap bisa berkomunikasi melalui media ini...sekali lagi ditunggu media kolom opini umum-nya

wassalam
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
xxxxx (DETIC-er) adalah anggota DETIC yang menverifikasi untuk menghindari dimanfaatkan untuk hal yang tidak produktif.. (silahkan kontak kami jika membutuhkan informasi lebih details)

July 2018
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31
Go to top